Inspirasi Iman. Matius 21:28–32

Inspirasi Iman
Matius 21:28–32

✝️ Dalam perumpamaan hari ini, Yesus berbicara tentang dua orang anak yang diminta ayahnya pergi bekerja di kebun anggur. Yang satu berkata “tidak”, tetapi kemudian menyesal dan pergi. Yang lain berkata “ya”, tetapi tidak melakukan apa-apa. Injil ini menyingkapkan bahwa iman sejati tidak diukur dari kata-kata, melainkan dari pertobatan yang nyata dan tindakan konkret. 

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berada pada posisi anak kedua: tahu mana yang benar, mengangguk setuju, tetapi menunda bahkan menghindari tanggung jawab. Kita tahu bahwa bumi perlu dirawat, bahwa ciptaan sedang terluka, tetapi memilih diam karena merasa itu bukan urusan kita.

Padahal, Allah hadir dan berbicara melalui ciptaan-Nya. Alam yang rusak, cuaca yang makin ekstrem, dan krisis lingkungan adalah “suara” yang memanggil kita untuk bertobat: bukan hanya secara spiritual, tetapi juga secara ekologis. Merawat bumi adalah bagian dari ketaatan iman: tindakan sederhana seperti mengurangi sampah, hidup lebih bersahaja, dan menghormati alam adalah cara konkret menjawab panggilan Allah. 

Seperti anak pertama dalam Injil, kita diajak berani berubah: dari sekadar berkata “ya, Tuhan” menjadi sungguh pergi bekerja di kebun anggur-Nya, yaitu dunia yang dipercayakan kepada kita.

Ayat Inspirasi Injil:
“Sesudah itu ia menyesal lalu pergi.” 
(Matius 21:29)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa pertobatan sejati selalu berbuah dalam tindakan nyata.

Semoga Allah, Sang Pemilik kebun kehidupan, menyentuh hati kita agar berani bertobat, membuka mata kita untuk melihat kehadiran-Nya dalam setiap ciptaan, dan meneguhkan langkah kita untuk merawat bumi sebagai ungkapan iman dan kasih. Semoga hidup kita menjadi jawaban nyata atas kehendak-Nya.

✝️ Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin.

Komentar

Postingan Populer